1. Sejarah arung jeram dunia
Pengarungan
sungai telah sejak dulu dilakukan oleh manusia. Pengarungan ini dilakukan
dengan menggunakan batang-batang kayu yang dirangkai menjadi rakit dan
digunakan sebagai alat transportasi. Suku Indian di Canada telah memulai
perkembangannnya. Lalu orang-orang Carib Indian mengembangkannya dan menamakan
Progue. Sedangkan orang primitif menyebutnya dengan Out Canoe yang kemudian
dikembangkan menjadi Bark Out Canoe. Perahu ini dibuat dari tempelan papan kayu
oleh orang Indian Amerika Utara. Sedangkan orang Eskimo menciptakan Skin
Corveal Craft, yaitu perahu yang dilapisi kulit binatang yang tidak tembus air.
Pada
abad 19 seorang boyscout bernama Mc greegor membuat kendaraan air ini untuk
rekreasi dan olag raga air. Seiring dengan perkembangan zaman, maka meterial
perahu pun berkembang dan mulai beralih ke plastik, alumunium,fibberglass, dan
karet.
Setelah
Perang Dunia II selesai, perahu bekas Angkatan Laut Amerika mulai digunakan
oleh para petualang untuk mengarungi sungai. Arung jeram ini dilakukan dengan
perahu bulat yang disebut dengan Basket Boat, karena bentuknya mirip keranjang.
Di
tahun 1950, kegiatan ini mulai banyak digemari. Maka mulailah diproduksi perahu
khusus untuk arung jeram dengan bentuk khusus yang naik dibagian depan dan
belakangnya, dengan material yang kuat dan dapat mengangkut orang dan
perbekalan yang lebih banyak.
Pada
tahun 1983 mulai muncul sebuah perhau yang dapat mengeluarkan air sendiri dari
dalam perahu dengan nama Self Baileryang diproduksi oleh Jim Cassady. Selain
jenis ini ,dikembangkan pula perhu jenis Kataraf. Perahu ini dikembangkan oleh
para Geologi Rusia. Desain perahu ini diadopsi dari perahu Katamaran yang
digunakan di Laut. Seiring dengan perkembangan zaman dan kreatifitas manusia di
alam ini, mulailah bermunculan sarana-srana baru untuk kegiatan berarung jeram
seperti, kayak,canoe, board, dan lain sebagainya.
2. Sejarah Arung Jeram DI Indonesia
Negara
kita yang sebagian besar terdiri dari air, maka tidaklah mengherankan jika
sejak dulu kala bangsa kita telah mengenal pengarungan sungai. Misalnya suku
Dayak yang mengarungi sungai Mahakam atau Kapuas dengan perahu Bidak yang
terbuat dari batang pohon yang dilubangi. Juga suku-suku pedalaman di
Irian/Papua yang hidup di sungai Membramo.
Mulai
trendnya kegiatan arus deras dengan perahu karet adalah pada saat
diselenggrakannya Lomba Arung sungai Citarum I yang diadakan oleh kelompok
pendaki gunung dan penempuh rimba Wanadri, Bandung.
Momen
tersebut boleh dikatakan sebagai titik tolak perkembangan Olah Raga Arus Deras/
Arung Jeram di Indonesia. Para aktivis kegiatan ini sebagian besar
kelompok-kelompok Pencinta Alam seperti GPA, Wanadri dan Mapala UI yang
kemudian mengadakan serangkaian kegiatan ekspedisi.
Tanpa
disadari, walaupun tidak terlalu pesat Olah Raga Arus Deras mulai berkembang,
pada tahun 1987 GPA pun melaksanakan ekspedisi sungai Alas di Aceh sebagai
bentuk eksisitensi di dunia Arus Deras atau pun penyusuran sungai.
Pada
tanggal 29 Maret 1996 berdiri Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) yang
dibidani oleh 30 klub arung jeram.